Jalan-jalan di Kota Tua

CYMERA_20131121_153443

Berkunjung ke Kota Tua ini merupakan salah satu cita-cita trip dalam kota dengan anak-anak, ceritanya pengen mengenalkan bangunan-bangunan historis jaman belanda dulu ke bocil2, selain itu dengan memakai kereta KRL, otomatis trip dalam kota ini menjadi trip hemat, tidak seperti pergi ke mall yang bisa ngabisin beratus-ratus ribu. Jadi pada hari minggu pagi yang cerah, kita bawalah bocil-bocil nan lucu ini. Idealis banget, berangkat dari rumah naik koasi ke stasiun Bekasi, trus naik kereta ke stasiun kota. Cukup seru dan jauh jadi aja donkey “shrek” moment akhirnya keluar..are we there yet? are we there yet? hi3. Sampai stasiun Beos / Kota…bingung dah, ngikutin orang-orang keluar aja, sambil clingak-clinguk nyari lokasi kota tua. Sambil sok tau, nyebrang, eh malah nyasar jadi aja balik lagi, dan akhirnya…ketemu deh, dimana posisinya deket dengan pintu keluar stasiunnya (begitulah kalau engga mau nanya-nanya orang :-p). Dari pintu gerbang, keriaan kota tua sudah terasa, banyak yang jualan, kartu lah, tato-tatoan, baju-baju tulisan Jakarta, sampai photo-photo di atas mobil tua. Sesungguhnya aga bingung juga mau ngapain, akhirnya beli mainan-mainan burung2ngan, liat manusia patung, sambil nonton pertunjukkan debus, udah lama ga nonton pertunjukkan debus. Sewa onthel, 15 ribu / setengah jam, muter-muter doang. Sayang pas kita berkunjung ke tempat ini, Museum Nasionalnya lagi tutup karena renovasi. Karena panas dan lembab, bocil2 bawaannya haus terus, dan disitu cafe Batavia paling stand out tempatnya…ngadem-ngadem lah kita disana. Memang tempatnya keren siy, old style, gelap-gelap temaram, Udah liat kamar mandinya? gelap, temaram, kloset dan lantai warnanya hitam, tapi bersih siy. Liat harganya? hihihihihi..gagal lah misi trip hematnya. Sebelum jam 12, kita sudah balik lagi ke Stasiun Kota menuju kota Bekasi, unlike seperti saat berangkat, pas pulang keretanya penuh. Bocil2 dan hubby sukses tidur di kereta. Turun di stasiun Kranji dan balik ke rumah dengan taxi. Exhausted banget..hehehehehe, tapi seneng siy, bisa melakukan activity yang berbeda dgn bocil-bocil, bosen banget dengan mall dan segala macam isinya, bikin anak jadi hedon aja. hi3. Semoga kedepannya bisa melakukan trip-trip kaya gini lagi :-).

Advertisements

Life lately…

itoast

If you feel that the world turns you upside down, if u sometimes feels maybe, maybe you don’t feel belonging, If you feel my be your boss mad at you and didn’t speak and ignore u for days, if you feel like you didn’t achieve anything in life. If you feel you are worthless, if you feel you’re not happy, if you feel like you’re having a PMS. If you feel that you’re a failed mom because you can’t control your kids, if you feel like you’re the worst on managing people, that’s why your maid couldn’t stand working with u, if you feel sad…Just Eat. Forget about your diet plan, forget on how your weight will add 2 more kilos because of this, just forget it and enjoy this chocolate butter toast that melted in your mouth. That’s what I did.

Mini Macaroni

Mendadak malem-malem bikin Mini Macaroni buat acara market day-nya Big A,kalo kaya gini baru berasa efek punya oven kecil banget..huuuu….lama nungguinnya..kepengen punya oven yang besaar. Bikinnya ngasal, semua cemplang-cemplung, rasanya lumayan lah…:-) . Harga jual 2000-an aja..(kemurahan? kemahalan..?). Hihihihihi…

Mini Macaroni

Durian Pancake Roll

Miss Duren (a.k.a little A) minta beliin durian pada saat belanja bulanan, dan yang dimakan cuma sedikit aja (alias icip-icip doang), walhasil banyak tersisa durian-duriannya. Iseng-iseng googling cara bikin pancake durian, memanfaatkan barang-barang yang ada…voila..jadi deh Durian Pancake roll ala chef abalabal..he3. Sesungguhnya pengen bikin ala toko-toko gitu , yang bentuknya segi empat. Tapi susah sodara-sodara, ntah kenapa tekstur kulitnya gampang robek, jadi aja di roll. Rasanya lumayan (*masak sendiri, makan sendiri,muji diri sendiri).

Pancake Durian Roll

35

I’m 35 right now..time flies so quickly rite. No parties, just a simple hug and kisses in the morning, a handmade card from little A (I’m so proud of her), she did the handwriting. Having my daily activity, went to the office, replaying birthday message in soc med, at nite, we had family dinner at a new mall near home, happy cause I found a new shoes for AA with a very good prize. So simple regular daily activities but yet it make u HAPPY 🙂 (ALHAMDULILAH).

I’m old (but not yet boring …..hahahahhaaha..*knock on wood..*)..and yeah this is what I will do….

35 resolutions

I Heart Lombok

Lombok Airport

tanjuan aan beach

kuta beach

This was my Lombok trip I had a few months ago, it was a business trip, but I’ve managed to visited Gili T (*big grin*). Lombok was a magnificent place and fell in love with this place instantly. Where ever I go, all I just saw was green scenery with mountains, rice fields and blue ocean. The beach made me want to swim, how can you resist this turquoise color! The sand was white and feels so soft. Lombok was not as as entertaining as Bali, with all the happening places here and there, this place offer you a laidback feeling. I went to Tanjung aan beach, Kuta beach, Sade village, some pearls shopping, eating Taliwang and Nasi Balap.

bangsal harbour

For My Gili Trip, I took a boat through Bangsal harbor, for 12,500 IDR I landed safely to Gili T. Kinda surprise to see GiliT, it’s full with foreign tourist and feel like an outsider. I’ve cycling around the island, expecting to saw the sunset but sun didn’t sink beautifully. It was hiding under the dark clouds.

Gili Trawangan

Note to self:
If I ever visit Gili again, I will:
– Make sure i’ll stay at the hotel or bungalows which has fresh water
– Make sure i’ll stayed at the right side of the island (example: Good Heart resort), the beach and sand are more flatter, as you can jump and roll over your body if you want to, and there’s some snorkeling spot too, on the left side, it’s more happening and well know places like Kokomo, Scallywags etc., but there’s no beach there. The beach was full with corals.
– Walk, cycling or using Cidomo as your transportation, but the bad side, you will smell horse feces everywhere, so be careful for not step on horse poop 
– Make sure I go to Gili via Bali using Fast boat

nasi balaplombok

Promise I will back here again someday, hope this places didn’t changed much

Refleksi at MEISO

pic_to_send

Di hari senin, diajakin temen buat pijit relaksasi pas lunch time-nya kantor. Penasaran kaya apa enaknya (gue jarang dipijit soalnya), ikut lah. Dan ternyata..enakkkk banget…lumayan 1 jam, ber-me time ria, numpang merem sambil di pijit. End resultnya, jadi ngantukkkk he3. Untuk harganya, Refleksi 1 jam bayarnya 90 ribu (aga mahal siy dibanding yang lain) tapi tempatnya bersih banget, rada temaram (biar memberikan efek-efek relaksasi), sepi, tenang. Kapan-kapan kalo badan rasanya pegel banget, mau ah kesini lagi :-p. (Hope it’s not gonna be my new addiction..hahaha)

My homemade Birthday cake

export

Gue selalu bercita-cita dari sejak bocil lahir itu, pengen banget bisa bikin kue ulangtahun buat anak gue, Alhamdulilah tercapai juga…eerr..di ultah ke-6. Hehehehe, proses waktu yang lama ya (untuk sebuah kue ulang tahun doang..), banyak faktor (dan alibi..), belum punya dapur sendiri lah, belum punya oven, faktor malas (peringkat no. 1), ga ada waktu and so on..and so on. Awalnya survey-survey dulu (sambil ngukur kemampuan juga..), ngubek-ngubek blog-blog atau website dari para suku baking, melototin tutorial bikin kue di youtube, bolak-balik ke TBK deket rumah, Bismillah beraniin diri buat baking (dengan sebuah rencana kalau acara bakingnya gagal, mau lari ke Harvest aja..ha3). 1st batch bikin kue..GATOT..sodara-sodara, adonan jadinya encer, kaya adonan martabak, bakar kue..jadinya melempem..ini mah bukan cupcake..jadinya pancake. ha3. Bocil2 tidur, langsung bikin 2nd batch..dan voila..jadi euy, pake resep cupcake coklat dari http://metariza.com/2012/04/simple-but-yumm-chocolate-cupcakes, rasanya juga lumayan, sekali bikin bisa untuk 1 lusin cupcake, langsung bikin batch ke-3 dan bikin 2 resep sekaligus..he3, biar jadinya banyak. Senangnyaaaaa..apalagi pas udah dihias-hias, i am so happy…jadinya Bang to the Ga..hahahaha (dalam proses bikin kue, ada 1 hal yang gue cheat yaitu gue beli buattercream yang udah jadi..ha3, abis enak). Ngehias cupcakenya sederhana banget..yang lama itu gunting-guntingin printables elmonya (cape deh.., so DIY tapi ya gitu deh..jatohnya jadi ribet sendiri..ha3). Senangnya hari ini dan bocil no. 1 pun senang. Hope you like it , Son..:-). Yeay..jadi semangat untuk baking niy, next project, buat kue buat bocil no. 2.

Hunting Kain Kiloan…

pdhasan visit

Akhirnya kesampaian juga pergi ke sini, dan pas banget tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah MIL. PD Hasan letaknya di daerah Tajur Bogor, ini ancer-ancernya, dari perempatan lampu merah ciawi belok kanan ke arah Bogor, nah terus aja tapi lihat baik-baik palang disebelah kanan jalan – nanti ketemu palang kecil tulisan PD. Hasan , belok kanan dan masuk gang, lurus ketemu pertigaan trus belok kanan, ketemu deh, tempatnya kaya rumah kecil gitu. Pas masuk, ya ampun banyak banget kain beragam rupa dan warna. banyak jenis kain spandex yang biasa di pakai buat bikin shawl, chiffon, bahan flannel buat bikin alas atau bedong bayi, bahan kaos maupun katun yang warnanya cantik-cantik. Harga untuk kain kiloan 85.000 IDR / kg, sedangkan jenis kain katun yang kwalitas bagus biasanya tidak dijual kiloan, sistemnya per-meter dengan range harga sekitar 28 sampai 30 ribuan. Tempat seperti ini tuh merusak dompet banget, karena jadinya KALAP.COM. Sesuai rencana, beli beberapa kain untuk dijadikan spei + bantal + guling, dan bikin cover bantal sofa. Enaknya milih-milih seperti ini, bisa matchingin warna dan motif. Tambah enak lagi bisa langsung dijahit dengan ongkos antara 25 sampai 30 ribuan. Penjahitnya sudah ngerti banget, tinggal kasih tau aja mau bikin sprei ukuran queen, single, apa bentuk tempat tidur sorong. Memang siy secara jahitan (kalau menurut MIL yang pintar menjahit) jahitannya biasa aja, tapi lumayan lah buat gue yang taunya tinggal pakai aja. Continue reading “Hunting Kain Kiloan…”